Gaya hidup sehat dan bersih di sekolah

Kesehatan adalah harapan semua manusia. Dengan kesehatan kita dapat beribadah, bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan secara positif dan produktif. Pencegahan penyakit lebih mudah dan lebih murah untuk diobati. Upaya untuk mencegah penyakit adalah mengadopsi gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat adalah upaya menerapkan kebiasaan baik untuk menciptakan gaya hidup sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.

Baru-baru ini, semakin banyak penyakit muncul karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mempertahankan perilaku gaya hidup bersih dan sehat (PHBS). Penyakit yang terjadi akibat ditinggalkannya PHBS seperti sakit perut seperti diare, disentri, kolera, tipus dan sakit mata sebagai alasan sering mandi di air kotor, gajah / filariasis, penyakit kulit, cacing usus dan lain-lain.

PHBS adalah semua perilaku sehat yang secara sadar diimplementasikan dan diimplementasikan dalam keluarga, membantu keluarga dan semua yang dapat ditemukan di sektor kesehatan dan memainkan peran aktif dalam kegiatan kesehatan di masyarakat.

Secara umum, PHBS sangat mudah dioperasikan. Menurut Departemen Kesehatan, ada banyak area PHBS: (1) kebersihan pribadi, seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, dan mandi setidaknya dua kali sehari. (2) area pemberian makan seperti konsumsi buah dan sayuran setiap hari, konsumsi garam beryodium, berat dan volume. (3) Bidang kesehatan lingkungan seperti pembuangan limbah pada tempatnya, penggunaan jamban, eliminasi larva, dll.

PHBS secara luas didengar di masyarakat tetapi, pada kenyataannya, aplikasi PHBS yang tampaknya sederhana tidak selalu mudah dilakukan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa. Mengintegrasikan PHBS ke semua orang tidak mudah, tetapi butuh proses yang panjang. Setiap orang hidup dalam pengaruh dan berinteraksi dengan individu dalam sistem kehidupan. Mereka memantau, mengukur, dan mengukur tingkat kemajuan dalam jaringan kehidupan. Mereka memantau, mengukur, dan mengukur hasil di tingkat individu. Atas dasar ini, PHBS dikembangkan sesuai dengan pendekatan yang terorganisir, yaitu keluarga, sekolah, tempat umum, tempat kerja dan organisasi layanan kesehatan.

PHBS di sekolah

Implementasi PHBS di sekolah adalah kebutuhan mutlak karena munculnya berbagai penyakit sering menyerang anak-anak usia sekolah (6-10), yang umumnya terkait dengan PHBS. PHBS di sekolah didefinisikan sebagai seperangkat perilaku yang diterapkan oleh siswa, guru, dan komunitas sekolah berdasarkan kesadaran akan hasil pembelajaran, sehingga mereka dapat secara mandiri mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan mereka dan mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Jenis PHBS di sekolah

Sebuah. Cuci tangan Anda dengan sabun

Cuci tangan dengan air mengalir hanya menghilangkan 25% kuman dari tangan, sementara mencuci tangan dengan air bersih dan sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman hingga 80%.

B. Latihan rutin

Olahraga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah sakit. Selain pertumbuhan dan perkembangan fisik.

Lawan mengukur tinggi dan berat badan

Siswa harus ditimbang setiap 6 bulan untuk memantau pertumbuhan berat badan dan tinggi normal untuk siswa sehingga mereka dapat segera diberitahu jika ada siswa yang kekurangan gizi atau kekurangan gizi.

Kembali. Menghilangkan jentik nyamuk

Hilangkan larva di tangki air bersih di sekolah (kamar mandi, kolam renang) agar penghuni sekolah dan masyarakat sekitar terlindungi dari berbagai penyakit yang ditularkan oleh nyamuk (demam berdarah, malaria, dan kaki gajah)

menjadi. Memelihara dan menggunakan toilet bersih dan sanitasi

Toilet yang bersih mengundang lalat atau serangga yang membawa popok, kolera, disentri, tipus, cacingan, infeksi pencernaan, penyakit kulit dan keracunan.

F. Membuang sampah ke tempatnya

Sampah harus dibuang ke tempat sampah sampai lingkungan sekolah bersih dan nyaman untuk pengajaran dan pembelajaran. Kehadiran limbah membuat lingkungan kotor dan tidak menarik bagi mata dan sebagai tempat berkembang biak bagi pembawa penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*